You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sosialisasi Ekonomi Syariah Diminta Ditingkatkan Oleh Dewan
photo Adriana Megawati - Beritajakarta.id

Dewan Dukung Pemprov Kembangkan Ekonomi Syariah

Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengembangkan ekonomi syariah di Ibukota mendapat dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Ini kan untuk pengembangan ekonomi di Ibukota, sistemnya syariah. Kalau cocok, kenapa tidak

Anggota komisi B DPRD DKI Jakarta Syarifuddin, ekonomi syariah akan memberikan dampak positif pada penciptaan lapangan kerja, menekan ketimpangan hingga mengurangi tingkat kemiskinan. Karena itulah ekonomi syariah perlu disosialisasikan hingga ke akar masyarakat.

"Ini kan untuk pengembangan ekonomi di Ibukota, sistemnya syariah. Kalau cocok, kenapa tidak. Sosialisasinya harus digencarkan sampai ke tingkat bawah," ujarnya, Senin (4/6).

Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Temui Wagub di Balai Kota

Hal senada juga diutarakan anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta lainnya, Subandi. Ia mengingatkan, ekonomi syariah harus dibarengi dengan aturan yang jelas untuk melindungi hak warga menengah ke bawah.

"Bagus, kalau ekonomi syariah bisa dihidupkan. Harus ada aturan dan memang harus jelas. Perjanjiannya juga harus saling dipahami," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye29888 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye14091 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

    access_time16-10-2026 remove_red_eye2646 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

    access_time12-10-2026 remove_red_eye1983 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

    access_time15-10-2026 remove_red_eye1707 personAldi Geri Lumban Tobing